Kamis, 02 Juni 2016

enam pondasi kesuksesan


Hai kali ini kita akan berbincang tentang enam pondasi kesuksesan, Anda ingin sukses? Baiklah saya disini akan mengajak anda untuk berbincang mengenai enam pondasi kesuksesan.

Sebelum berbincang tentang beberapa pondasi tersebut, saya akan berpesan kepada anda : berbuatlah, dan bekerjalah! Jangan berfikir nasib kita ditentukan oleh takdir atau bebas memilih dan menentukan. Gunakan bakat yang anda miliki! Rasakan dan hayati banhwa anda memiliki hak hak dan kewajiban di hidup ini. Baiklah langsung saja kita berbincang mengenai pondasi kesuksesan.

Pondasi pertama : Spiritual
Pondasi ini terbagi menjadi 4 bagian. Langsung saja yang pertama yaitu cinta kepada Allah dan utusannya. Ini berarti kalau kita cinta kepada Allah dan Rasulnya, otomatis kita mencintai semua makhluk ciptaanya. Selama anda mencintai Allah dan Rasulnya, berarti anda juga mencintai hamba-hamba Allah, sehingga cinta menjadi bagian hidup anda.

Cinta bisa menambahkan kedekatan, baik kedekatan pada Allah maupun kepad seluruh manusia. Sehingga, anda akan merasakan cinta disekeliling anda dan mereka juga mencintai anda. Dengan begitu anda akan mencintai diri sendiri. Jadi empat bagian tersebut adalah cinta kepada Allah dan Rasulnya, cinta kepada orang tua, cinta kepada orang yang baik, dan yan terakhir nih cinta kepada diri sendiri.

Pondasi kedua : Kesehatan.
Rasulallah saw. Bersabda yang artinya: 
“ Gunakanlah lima hal sebelum datangnya lima hal : masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum masa sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, longgarmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

Setelah kita berbincang mengenai spiritual, kini saatnya kita berbincang tentang kesehatan. Kenikmatan kadang dilupakan oleh manusia. Mengapa kesehatan perlu diperbincangkan? 

Jika anda ingin benar-benar sukses sejati, menjadi hero dalam kehidupan ini, perhatikan kesehatan anda. Karena kesehatan merupakan standar kebahagiaan dan kenyamanan anda. Perhatikan kesehatan anda, karena ia merupakan modal hidup didunia. Ambillah porsi waktu istirahat dan jauhi segala sesuatu yang bisa berpengaruh buruk pada kesehatan anda. Mengapa demikian? Bila anda loyo, sakit-sakitan, dan hanya berbaring terus-terusan, hidup segan mati tak mampu? Manfaat apa yang bisa diperoleh dunia ini atas kehadiran anda di muka bumi ini?

Makanlah yang teratur, makanlah dengan makanan yang halah dan menyehatkan. Istirahatlah sejenak demi kesehatan anda karena kesehatan adalah hadiah terindah dari Allah swt. Kesehatan adalah kenikmatan yang tiada tara. Manfaatkanlah kesehatan yang dikaruniakan oleh Allah sebagai media untuk mendekatkan diri padanya, agar kelak anda bisa mengatakan, “Ya Allah, hambamu telah menjaga pemberianmu, maka berilah hamba pahala ats itu.”

Pondasi ketiga : Perbaikan terus menerus.
Apa yang diikirkan dalm benak anda bila kita berbincang tentang perbaikan? Tentu jawabanya adalah perubahan. Untuk memperbaiki nasib pastilah dituntun sebuah perubahan. Untuk memperbaiki kehidupan juga mutlak diperlukan perubahan? Pertanyaanya adalah siapa yang harus memilai membuat perubahan? Diri kita sendiri atau menungu alam berbicara?

Allah berfirman dalm surat Ar Ra’d ayat 11, yang artunya:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Bila berkaca pada ayat diatas, tak ada alasan untuk menunggu segalanya berubah menjadi sempurna. Melainkan tangan andalah yang harus mengubah lebih dulu agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Dalam rangka menjalani proses perbaikan menuju yang terbaik, saya akan menceritakan sedikit tentang budaya orang jepang. Ada yang menarik tentang cra hidup mereka, yaitu orang jepang menjalani kehidupan dengan empat kalimat penting. Mungkin kalimat-kalimat itu telah menjadi faktor utama dalam dunia kerja dan industri di jepang. Empat kalimat itu adalah: 
  1. “Selamat pagi, apa kabar?” kalimaat ini menunjukkan sisi moralitas.
  2. “Terima kasih” yakni ucapan terima kasih atas kebaikan yang diterima. Ucapan ini juga dari moralitas.
  3. “Perbaikan terus menerus”, hari ini tidak akan dilewatkan, kecuali harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
  4. “Elastis dan Fleksible”, denagn ini merekan mampu belajar dari orang lain, mampu megubah arah dan perbaiki cara pelaksanaanya.

Pondasi keempat : Keyakinan.
Keyakinan, berbicara tentang keyakinan apa anda yakin denagan diri anda? Apa anda yakin anda akan sukses? Apa anda yakin akan bisa memperbaiki kepribadian anda? Apa anda yakin akan bisa menambah kepercayaan anda? 

Seseorang yang telah memiliki visi yang jelas, telah berusaha memperbaiki terus menerus dan telah menancapkan impian setinggi langit, tetapi bila tidak memiliki keyakinan akan mampu meraih kesuksesan, maka ia tidak akan pernah bisa melakukan apa pun. Yakikan diri anda dengan selalu nerfikir positif dan optimis. optimislah denagn apa yang kalian lakukan, janganlah anda berfikir negatif karena itu akan mendatangkan keraguan pada diri anda sendiri. 

Nah, oleh sebab itu jangan sekali-kali mengincang eyakinan diri anda! Jika ada yang mengatakan, “anda tidak bisa” atau “anda tidak akan sukses” jadikan perkataan itu sebagai bahan bakar untuk meipat gandakan keinginan anda dan biarkan orang itu tetep berada di tempatnya. Suatu saat ananti datanglah untuk berterima kasih pada orang yang telah melucuti dirimu denagn dengan ucapan negatifnya. Dan yang lebih mendasar adalah berterima kasihlah kepada Allah yang maha kuasa. Karena atas kehendak dan bimbingannya anda bisa kokoh memegang keyakinan yang anda perjuangkan. Ditanganya lah apa yang anda perjuangkan selama ini menjadi kenyataan, atas keyakinan anda padanya, bahwa dia akan mengabulkan impian yang anda cita-citakan. Atas kepasrahan, ketundukan sebagai hamba yang lemah dan tiada dihadapannya.

Sungguh kesuksesan dan keberhasilan anda, bukan semata-mata atas dasar kuatnya keyakinan yang menancap dalam jiwa. Melainkan ada peran Allah amaha pemurah yang mengaruniakan kepada anda sebuah keberhasilan. Bukan atas dasar besarnay pikiran semata yang membuat anda berjaya, melainkan karena izin Allah maha besar yang melapangkan jalan kemudahan bagi anda untuk meraih kejayaan. Berfikir besrlah, bermimpi besarlah, dan sukses besarlah untk Allah semata. Untuk Allah yang maha besar. Insyaallah. 

Pondasi kelima : Keluarga.
Bagaimana cara anda membagi waktu untuk keluarga bila anda sudah sukses dan sangat sibuk? Kesibukan mengejar satu kata yang bernama SUKSES. Keluarga meliputi hubungan anda dengan kedua orangtua, saudara-saudara, sepupu anda dan seterusnya. Hargailah merek maka mereka akan menghormati anda, denagrkan merekan dan berikan sebagian waktu untuknya. Bahkan jika memungkinkan, habiskan waktu senggang anda bersama mereka.

Jadilah orang sukses bersama keluarga anda. Kesuksesan bukan hanya ditempat kerja, kesuksesan bukan hanya besarnay pendapatan dan berkumpulnya banyak uang, akan tetapi kesuksesan juga dirumah bersama keluarga. Kesuksesan dirumah adalah keberhasilan terbesar dalam membina keluarga. Banyak orang sukses yang menghaniskan waktunya diluar rumah bersama teman-temanya, sementara keluarga dirumah berada dalam waktu sisa dari luar rumah. Allah berfirman dalm Al-Qur’an, yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, peiharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnay adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malikat yang kasar lagi keras, dan yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkannya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim : 6)

Bial impian dan kesuksesan telah anda raih, rumah besar dan mobil mewah telah anda miliki, sementara keluarga anda merana, kering diri sentuhan dan kasih sayang anda, lalu denagn cara apa anda akan mempertangungjawabkannya? Jika dunia sisinya telah anda taklukkan, segala kenikmatan dan kesenangannya telah anda teguk, tetapi suasana keluarga anda gersang dari kemanan dan ketaatan pada Allah, sudah siapkah anda menempati nerakan yang apinya menyala-yala?

Ah, alangkah sia-sianya keberhasilan kita di dunia, bila di akhirat nanti justru menjerumuskan pada kehinaan yang sangat dalam. Semoga Allah menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka.

Podasi keenam: Finansial.
Apakah anda sudah merasa nyaman secara materi? Maksud nyaman disini buakan berarti anda harus kaya raya, tetapi apakah anda merasa senang denagn pendapatan anda? Jika anda tidak nyaman denagn penghasilan sekarang, lantas apa yang telah anda lakukan? Apakah anda sudah memikirkan upaya lain untuk mengubahnya? Apakah anda telah berusaha untuk meningkatkan kecakapan dan kualitas diri anda? Jika jawabanya tidak, bagaimana anda akan mencapai kebebasan finansial. Ada satu pertanyaan “apakah uang itu?” pati anda akan menjawab “ uang adalah alat nilai tukar suatu barang”. Apakan jawaban ini salah? Tidak! Tidak ada yang salah pada jawaban ini.

Namun ada cara pandang berbeda mengenai arti uang. Bila uang diartikan sebagai alat tukar, maka kita akan sibuk siang malam mencari uang agar bisa memiliki alat tukar. Bagaimna kalu definisinya kita ubah? Uang adalah nialai tambah. Uang adalah pestasi. Maksunya semakin tinggi nilai tambah yang anda muliki maka uang akan datang kepada kita. Semakin tinggi prestasi yang kita raih, maka uang akan datang menghampiri kita. Benarkan? 

Jadi yang harus anda lakukan bukan mati-matian siang malam mengejar uang, tetapi setiap detik, setiap saat anda selalu memperbaiki prestasi yang anada miliki. Selain itu anda juga perlu belajar bagaimana cara menginfestasikan uang anda dan tidak menghambur-hamburkannya. Orang sukses adalah yang bisa menginfestasikan uangnya dengan baik.

Diluar urusan finansial, belajarlah bagaimana menginfestasikan waktu. Jangan buang waktu anda dengan sia-sia. Jangan lewatkan waktu anda tanpa harga, tanpa usaha dan tanpa kualitas yang bertambah. Manfaatkan setiap detik kehidupan anda, seolah-olah ini merupakan detik-detik akhir hidup anda. Buatlah strategi mengatur waktu, lihat skill dan kcakapan anda.

Anda harus mampu mengunah tantangan menjadi kecakapan, keterampilan dan kekuatan. Karena itu jangan biarkan waktu anda terbuang sia-sia tanpa mendapat pengethuan baru atau tanpa kegiatan. Manfaatkan untuk membaca bila ada waktu luang meski hanya liam menit. Siapkan diri anda untuk menjadi pribadi unggul. Bergerk, dan terus bergeraklah maju kedepan denagn sepenuh keyakinandalam jiwa bahwa allah tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha yang anda tempuh. Dia pasti akan membalas denagn yang lebih baik allah berfirman: 
...dan katakanlah! Nekerjalah maka Allah, rasul-nya dan orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu.” (QS. At Taubah : 105)
Allah akan memperluas rizeki anda karena di mencintai hambanya yang melakukan ikhtiar dengan penuh kepasrahan dan harapan. Allah berfirman : 
...maka jika kamu telah bertakad, berserah dirilah kepada Allah.sungguh, Allah menyukai mereka yang berserah diri.” (QS. Ali Imran : 159)

Optimis dan berabarlah, maka Allah akan melapangkan rezeki kepada anda. Sabar bukan berarti duduk diam menunggu, melainkan gigih berusaha dan ulet merumuskan cara dan  strategi, serta cerdas menangkap peluang. Tawakal kepada Allah, karena kepasrahan merupakan wujud kedekatan dan pengharapan anda serta bukti besarnaya keyakinan padanya. Namun jangan salah paham. Tawakal bukan berarti menyerahkan urusan begitu saja pada kuasa. Tetapi tawakal adalah ikhtiar maksimal yang mengurus pikiran dan tenaga seraya menyerahkan hasilnya kepada Allah sang maha pemberi. Betapapun terkuras energi dan pikiran, maupun ribuan strategi dan teknik anda kerahkan, bila Allah belum menghendaki, maka hasilnay tidaklah seperti yang anda harapkan.